Awalnya, saya membuat blog ini adalah dari keprihatinan saya mengamati katekisasi remaja di GKJW Jember yang animonya sangatlah rendah 1- 2 orang per minggunya. Awal-awal saja bisa mencapai angka 5 bahkan di atasnya tapi yang jelas tidak pernah melebihi angak 10 itu statistik untuk sekali kehadiran bukan Baca entri selengkapnya »
Mo liat, foto Paskah..
April 7, 2008 pada 8:44 am (Jurnal)
Tags: Paskah
Halo, warga Jember kalo mo lihat foto-foto Paskahan KPAR bisa dilihat di friendster ini http://profiles.friendster.com/gkjwjr , sedangkan kalau mau kirim sesuatu naskah, tulisan apapun, bisa juga renungan atau mungkin ada usulan lain foto-foto, sejarah GKJW Jember. Pokoknya yang untuk mempercantik tampilan web KPAR atau malah mau usul isinya yang menarik untuk ditampilkan silahkan kirim ke email gkjw.jr@gmail.com
Tak disangka ternyata contoh job description banyak diminati dan banyak yang menanyakan tentang tugas sekretaris dan sekalian minta contoh surat undangan. Tunggu ya…
Hore… Pratama punya ruang!
Maret 13, 2008 pada 12:33 am (Jurnal)
Tags: Jurnal, Pratama KPAR
Sekarang, anak pratama tidak lagi berjejal-jejal di dalam ruang sempit berukuran 3,5 x 4 meter untuk melakukan ibadah setiap minggunya. Bayangkan dalam ruang segitu kecil kalau diisi oleh anak yang jumlahnya sekitar 40 anak belum lagi pamongnya, sangat tidak efektif. Apalagi anak-anak yang usianya antara 6 – 9 tahun (kelas 1 – 3 SD) yang selalu aktif bergerak, ini membuat para pamong semakin kerepotan sudah ruangnya sempit, metode pengajaran / pendampingan sulit bisa dikembangkan karena terbatasnya ruang.
Natal, melanglang….
Desember 15, 2007 pada 10:12 am (Jurnal)
Tags: Jurnal, Natal
Bulan Desember adalah hari-hari atau minggu-minggu yang melelahkan bagi seorang ibu sebagai ketua komisi anak dan ramaja GKJW Jember. Hampir setiap hari mulai minggu kedua bulan ini selalu pergi untuk merayakan Natal bersama keluarga-keluarga di kelompok-kelompok (KRW) yang hanya ditemani oleh seorang anak lelaki 8 tahun. Capek, memang itu katanya, tapi dari raut wajahnya tidak terpancar rasa penyesalan atau kesedihan. Itu sudah menjadi tugas dan kuajibannya. Terlebih yang membahagiakannya, karena hampir semua pamong dan komisi turut terlibat dalam koor. Waach setiap hari harus tampil di panggung di KRW-KRW, bahkan rencana sampai pergi ke Glenmore untuk merayakan natal kelompok di sana. Asyyiiik. GBU.