Katekisasi lewat internet, perlukah?

Wah berbicara tentang katekisasi di sini rasanya kurang tepat tempatnya. Karena di sini adalah ruang untuk KPAR sedangkan Katekisasi adalah porsi pembicaraan PHMJ cq Komisi Pembinaan Teologia, tapi karena belum ada ruang sendiri (webnya GKJW Jember), maka di sini saya coba untuk membahasnya. Apalagi, saya prihatin dengan katekisasi remaja pada umumnya di GKJW dan khususnya di Jemaat Jember.

Tapi kalau dipikir-pikir yang ikut katekisasi itu kan remaja jadi ya.. boleh saja dong membahasnya di sini, eit cari-cari alasan legalitas. Katekisasi remaja di GKJW umumnya diikuti oleh para remaja atau anak yang di”angkat” menjadi remaja; mengapa demikian? Karena sudah tidak ada lagi anak usia remaja. Alasannya, anak usia remaja SMP – SMA kebanyakan sekolahnya tidak di tempat asal melainkan ke luar kota bahkan ke daerah lain, ini terjadi di kebanyakan jemaat desa.

Sedangkan yang di kota, masalahnya adalah banyaknya kegiatan yang harus diikuti anak dalam menunjang kebutuhan sekolahnya mereka ikut kursus baik bahasa inggris, matematika, komputer, band dll. Bahkan, orang tuanya sendiri yang menyarankan untuk mengikuti semua kegiatan dalam tiap harinya, alasannya klasik demi masa depan. Apa itu salah? Tidak! Tapi, ada masalah yang dihadapi oleh pengajar atau tenaga katekit, kalau animo katekisasi remaja sangatlah kecil/sedikit tidak lebih dari 5 anak tiap minggunya.

Dari judul di atas nampaknya terkesan ekstrim seperti mau meniadakan pertemuan katekisasi, tapi jangan khawatir ya… Saya ga bermaksud mau mengusulkan untuk meniadakan katekisasi. Mungkinkah katekisasi itu dilakukan dengan cara online………..??? Menariktentunya kita coba aja deh…. kapan ya dimuali……he…he…he tunggu deh…..!!!

Apakah memang perlu mengadakan pelajaran katekisasi via internet…. hik… hik… mari kita diskusikan bersama.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.