Samson dan Delila

Ada sebuah permainan baru yang lucu bisa dipakai untuk memecah suasana. Permainannya seperti ini: Umumnya anak kalau mau memulai permainan biasanya akan mengundi dengan cara suit. Bentuk suit ini menggunakan tiga jari yaitu jempol, telunjuk dan kelingking.Nah sekarang ada hal yang baru tiga jari itu dibri nama masing-masing yang jempol adalah samson, telunjuk adalah singa sedangkan kelingking adalah Delila. Samson (jempol) bisa mengalahkan singa (telunjuk) tapi Samson kalah dengan Delila. Si singa dapat mengalahkan Delila, tapi ia kalah dengan Samson. Begitu juga Delila mengalahkan Samson tapi dia kalah dengan singa.

Nah sekarang bentuk permainannya, ajak anak-anak mencari pasangan masing-masing, semua peserta harus berjumlah genap. Kalau sudah suruh anak berdiri saling berhadapan tapi beri ruang untuk lorong bagi pemimpin acara, sehingga jarak anak agak berjauhan tapi masih saling berhadapan. Kini pemimpin memberitahukan bahwa bentuk permainan ini sama dengan anak yang mau suit, namun sekarang diubah tidak menggunakan tiga jari jempol, telunjuk, dan kelingking lagi melainkan diganti dengan ekspresi wajah masing-masing peran pengganti ketiga jari tadi.

Tokoh Samson memiliki gambaran orang yang kuat dan berbadan kekar jadi anak yang memilih peran itu harus mengekspresikan wajahnya sebagai orang yang kekar dan garang seperti seorang bina raga misalnya. Singa adalah binatang buas dan selalu mengaum dan mengeluarkana cakarnya untuk menggapai musuh. Nah anak yang memilih singa harus mengekspresikan wajahnya seperti gambarannya singa. Sedangkan Delila adalah seorang perempuan nan cantik, centil, dan menarik perhatian orang, bisa saja anak yang memilih Delila ini berlaga seperti seorang banci seperti di tv.

Nah sekarang sudah semua tinggal pelaksanaannya, yaitu semua anak berdiri saling membelakangi temannya, setiap anak harus memikirkan ekspresi apa yang akan dipilihnya sama seperti anak yang akan suit, namun yang ini memakai cara dengan menunjukkan ekspresi wajah. Pemimpin memberiaba-aba hitungan satu dua tiga kemudian setiap anak berbalik saling berhadapan dan sambil memperlihatkan ekspresi perankan perannya masing-masing. Permainan ini dapat diulang sampai beberapa kali sampai suasana menjadi cair dan segar. Siap deh memulai acara lain.

Permainan ini bisa disesuaikan menurut selera atau kondisi runga, waktu dan pesertanya. Dengan demikian kan sudah ada tambahan satu permainan atau dari bentuk permainan ini dapat memberikan inspirasi baru buat para pamong anak dan remaja.

2 Komentar

  1. April 1, 2008 pada 3:13 am

    Wah menarik juga, saya baru tahu ini berita KPAR Jember go public, dan moga bisa menjadi berkat bagi yang setiap pembaca / user. GBU

  2. dedeci said,

    Agustus 8, 2008 pada 11:10 am

    hi………..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: